Welcome to Jappy Pellokila Homepage
Oleh
Jappy Pellokila
Orientasi yaitu tujuan [dan bertindak sesuai tujuan tersebut] yang hendak dicapai oleh seseorang, kelompok, serta kumpulan atau organisasi. Jadi, orientasi lebih luas dari sekedar tujuan [dan juga bukan tujuan akhir], karena menyangkut keseluruhan tindakan, sikap, usaha, serta berhubungan erat dengan misi dan visi yang akan [hendak] dicapai. Sedangkan, disorientasi berarti kehilangan orientasinya atau sudah tidak mempunyai orientasi. Secara sederhana, disorientasi adalah kehilangan orientasi. Disorientasi merupakan penyimpangan dari misi dan visi semula; penyimpangan yang terus menerus terjadi, dan tidak pernah ataupun sulit untuk diperbaiki, ataupun berusaha agar menjadi normal.
Orientasi dan disorientasi bagaikan dua sisi mata uang yang saling berkaitan satu sama lain. Perubahan orientasi menjadi disorientasi dan sebaliknya dapat saja berlangsung dengan cepat serta tak terduga ataupun terencana. Dan ada banyak faktor yang mendorong sehingga terjadi perubahan tersebut.
Misalnya, kumpulan atau organisasi [apapun bentuknya] mempunyai dua orientasi yaitu laba dan nir-laba. Manusia, dalam hidup dan kehidupannya, mempunyai orientasi yang berhubungan dengan waktu masa lalu, kini, dan akan datang; serta orientasi diri secara horisontal dan vertikal. Kumpulan atau organisasi yang berorientasi keuntungan atau laba, misalnya usaha perdagangan, jasa, dan lain sebagainya. Sedangkan organisasi yang mempunyai orientasi nir-laba, antara lain lembaga pendidikan, institusi sosial, lembaga sosial masyarakat, organisasi keagamaan, dan lain-lain. Masalah-masalah ekstern dari luar organisasi dan diri manusia yang mengelolanya bisa menghantar atau menjadikan laba menjadi nir-laba ataupun nir-laba menjadi laba.
SELANJUTNYA ......
jappy_mp@hotmail.com
+62818121642
| Lahir 26 Agustus di Kupang - Timor, Nusa Tenggara Timur. Lebih dari duapuluh tahun, bertugas sebagai Guru Agama dan Dosen Etika Profesi serta Pengembangan Kepribadian; serta selama kurang lebih lima tahun sebagai pembina Masyarakat Suku Terasing. Pernah mengajar di Semarang, Cirebon, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Batam, Pulau-pulau kecil di Kep Riau [Dabo, Kasu, Padi, Bertam, Belakang Padang, dll], kemudian Jakarta. Setelah melewati usia emas, menghentikan diri dari semua aktivitas yang dibatasi oleh tembok-tembok ruang kelas; dan kini hanya sebagai rakyat biasa sambil menikmati hidup dan kehidupan dengan menyepi di pelosok Jabodetabek. Kritik dan saran dapat dikirim kepada penulis melalui e-mail jappy_mp@hotmail.com dan jappy_m_p@yahoo.com |
MY MENU |PAK| ETIKA SEKSUAL|
|IKLAN BARIS|KONTRAKTOR PEKERJAAN KONTRUKSI|
|SEHAT DENGAN OXY|DISTRIBUTOR OXY|
|FORMULA BISNIS|BISNIS PULSA|KRL JABOTETABEK|
LINK
|Chistianity|Islam |
MILIS
|Pendidikan Agama Kristen|Forum Pembaca Kompas||
||KRL Jabodetabek||Relasi Mania||Bea Siswa||
|http://groups.yahoo.com/group/agromania|
||http://groups.yahoo.com/group/indogitar|
|http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak|
||http://groups.yahoo.com/group/katasibijak|
OLEH JAPPY PELLOKILA Tiga hal utama yang harus terjadi dalam hidup dankehidupan orang percaya., yaitu: Pada hakekatnya, pada diri semua insan ada naluri religius yang universal; sehingga menjadikan mereka mempunyai keyakinan tentang adanya 'Yang Ilahi'. Keyakinan itulah yang disebut iman. Iman menjadikan seseorang bergantung sepenuhnya kepada Dia yang ia percayai sebagai 'Yang Ilahi'. Ketergantungan itu, menjadikan ia percaya, setia, dan taat kepada-Nya. Jadi, jika seseorang mengakui bahwa dirinya mempunyai iman atau sebagi umat yang beriman, maka ia harus percaya, setia, dan taat kepada 'Yang Ilahi' yang diimaninya; jika tidak maka its nothing. HARAP (Elpis/Elpizo); Pada setiap keadaan dan suasana -susah-senang, duka-gembira, untung-malang, dalam keadaan apapun- kita tidak boleh kehilangan semangat hidup dan pengharapan kepada Tuhan Allah. Harap, harapan, pengharapan merupakan makna yang terkandung dalam Elpis/Epizo. Hal-hal tersebut mampu menjadikan manusia survive ketika menjalani hidup dan kehidupannya. Tanpa pengharapan manusia akan terjebak bahkan terjerumus ke dalam disorientasi hidup dan kehidupan. KASIH : Agape, Eros, Philia, Storge Kata-kata kasih, cinta, sayang; dan sejenisnya, sudah tidak asing lagi di telinga; sering diucapkan dan mudah diungkapkan. Karena terlalu sering diucapkan dan mudah diungkapakan itulah, maka kata-kata tersebut menjadi [atau hampir] kehilangan arti, padahal ada keagungan makna dan nilai di baliknya. Pada budaya Yunani, memakai kata-kata agape, eros, philia, storge; untuk mengungkapkan kasih, cinta, sayang. A G A P E merupakan kasih yang sejati. Di dalamnya terkandung, sabar; murah hati; tidak cemburu; tidak sombong; melakukan hal-hal yang sopan; tidak dendam; kejujuran, perhatian, mengerti, pahami dan memahami orang lain; kesetiaan; percaya; komitmen pada ucapan dan janji. Dalam hidup dan kehidupan sosial pada masa lalu, agape difungsikan sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Agape seringkali disebut kasih yang agung, karena mampu meniadakan segala bentuk perbedaan yang dibangun manusia, permusuhan, pertantangan, pertengkaran, salah pengertian. Agape selalu berdampak pada perdamaian, damai sejahtera, dan ketenangan. Pada pada saat ini, mungkinkah manusia memberlakukan agape sesuai fungsinya? STORGE juga bermakna cinta, kasih, sayang. Namun, digunakan dalam hubungan kekerabatan keluarga, marga, ikatan darah. Storge digunakan atau difungsikan dalam kerangka ikatan keluarga besar. Secara positip, ikatan darah atau kekerabatan mampu menjadikakn sesama keluarga besar terpanggil untuk saling menolong dan memperhatikan satu sama lain. Akan tetapi, sebaliknya, secara negatif dapat menjadi salah satu faktor KKN serta terciptanya kerusakan sistem dan fungsi hububang sosial, kerja, politik, dan lain-lain. Storge yang sarat nepotisme akan melahirkan kolusi dan korupsi. PHILIA, juga bermakna kasih, cinta, dan sayang. Philia mampu manjadikan seseorang besahabat dengan orang lain. Philia biasanya difungsikan atau digunakan dalam hubungan sosial dan persahabatan sehari-hari; diucapkan antar sesama sahabat atau teman karib. Tapi, di dalamnya juga terkandung saling memperhatikan, keterbukaan, perhatian dan setia kawan; toleransi serta solidaritas. EROS, juga bermakna cinta atau kasih yang erotis. Eros biasanya difungsikan dalam hubungan dengan ketertarikan karena daya tarik fisik kepada lawan jenis [tapi perlu diingat bahwa, ada juga orang memberlakukan eros untuk sesama jenis]. Eros merupakan kasih karena daya tarik fisik, maka seringkali menjadi kata-kata yang tak bermakna, mudah diucapkan tapi tak konsekuen dengan ucapan. Bahkan, pada sebagian orang [terutama mereka yang dimabuk asmara], eros seringkali disalahmengerti sebagai agape. Seringkali kata cinta [eros] yang keluar dari mulut pacar, dimengerti sebagai agape. Akibatnya, banyak hal yang hancur berantakan karena kesalahan itu. Eros penting dan sangat diperlukan; tanpa eros maka manusia tak pernah bertambah banyak. Namun, eros harus diberlakukan dengan penuh tanggung jawab. Eros berguna dan penting sehingga kita bisa tertarik kepada lawan jenis. Eros muncul karena faktor biologis dan psikhologis pada manusia. SAATNYA MENJADI BERKAT UNTUK ORANG LAIN |

